Hari ini, Fahri Yusuf melakukan kunjungan mendadak guna meninjau kualitas layanan pajak di Kantor UPTD Mamuju. Langkah ini, bertujuan untuk memastikan seluruh loket pelayanan beroperasi secara maksimal bagi masyarakat wajib pajak. Bahkan, beliau menyapa langsung beberapa warga yang sedang mengantre guna mendengarkan keluhan terkait prosedur administrasi. Oleh karena itu, kunjungan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan transparansi serta akuntabilitas publik.
Pada awalnya, Fahri Yusuf memeriksa kesiapan para petugas di bagian pendaftaran serta loket pembayaran cepat. Namun, beliau meminta pihak pengelola gedung agar memperbaiki fasilitas ruang tunggu supaya terasa lebih nyaman bagi pengunjung. Sebab, pelayanan yang prima harus mencakup aspek keramahan petugas serta kelayakan fasilitas pendukung yang tersedia. Maka dari itu, UPTD Mamuju harus terus melakukan inovasi guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban mereka.
Digitalisasi dan Percepatan Layanan
Selain fasilitas fisik, Fahri Yusuf juga menyoroti efektivitas penggunaan aplikasi layanan pajak daring secara intensif. Saat ini, sistem digital harus mampu memangkas waktu tunggu masyarakat sehingga proses birokrasi menjadi jauh lebih singkat. Sebab, efisiensi layanan pajak akan mendorong tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak tepat pada waktunya. Bahkan, beliau meminta staf teknis agar segera membenahi kendala jaringan yang terkadang menghambat akses data warga.
Akibatnya, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor dapat tumbuh secara lebih optimal. Namun, sosialisasi mengenai kemudahan pembayaran melalui kanal nontunai harus terus menjangkau seluruh lapisan elemen masyarakat. Selanjutnya, pemerintah daerah akan menambah jumlah personel pada jam-jam sibuk guna menghindari antrean yang terlalu panjang. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih dihargai karena mendapatkan pelayanan yang sangat cepat dan profesional.
Komitmen Integritas Pegawai Pajak
Tentunya, Fahri Yusuf menegaskan agar seluruh pegawai tetap menjaga integritas serta menjauhi praktik pungutan liar. Pasalnya, kepercayaan publik merupakan aset paling berharga dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih di wilayah Mamuju. Oleh sebab itu, sistem pengawasan internal harus berjalan secara ketat guna memantau setiap transaksi di meja pelayanan. Bahkan, beliau tidak segan memberikan sanksi tegas bagi oknum petugas yang terbukti melanggar kode etik pekerjaan.

Baca juga:Wabup Majene Ingatkan ASN Jaga Integritas & Etos Kerja
“Kami menginginkan standar pelayanan yang setara dengan sektor swasta agar masyarakat merasa puas dan juga nyaman. Oleh karena itu, perubahan pola pikir pegawai menjadi kunci utama keberhasilan kita,” ujar Fahri Yusuf.
Selanjutnya, UPTD Mamuju akan memperluas jangkauan layanan melalui unit mobil Samsat keliling ke wilayah pelosok desa. Bahkan, kerja sama dengan pihak perbankan akan semakin luas guna memperbanyak titik pembayaran yang terdekat bagi warga. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi wajib pajak untuk menunda pembayaran akibat jarak kantor yang jauh.
Harapan Peningkatan Pendapatan Daerah
Pastinya, hasil dari peninjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat koordinasi tingkat provinsi mendatang. Sebab, optimalisasi pajak daerah sangat menentukan keberhasilan berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan saat ini. Oleh karena itu, sinergi antara kesadaran warga dan profesionalisme petugas harus terus terjaga dengan sangat baik. Sebagai penutup, Fahri Yusuf mengapresiasi kerja keras tim UPTD Mamuju yang terus berupaya memberikan yang terbaik.
Singkatnya, berikut adalah fokus utama peninjauan Fahri Yusuf:
-
Fasilitas Umum: Meminta perbaikan ruang tunggu agar lebih representatif dan nyaman bagi para wajib pajak.
-
Sistem Digital: Mendorong percepatan penggunaan aplikasi daring guna meminimalisir kontak fisik dan praktik pungli.
-
Perluasan Akses: Menambah jadwal unit layanan keliling guna mempermudah jangkauan masyarakat di daerah pinggiran.
Meskipun demikian, kepuasan masyarakat tetap menjadi tolok ukur utama bagi keberhasilan reformasi birokrasi di sektor perpajakan. Jadi, mari kita manfaatkan seluruh kemudahan layanan yang tersedia demi kemajuan pembangunan di daerah kita tercinta. Dengan demikian, Mamuju akan terus berkembang menjadi kota yang mandiri dengan dukungan pendanaan daerah yang kuat.